WhatsApp Icon

BAZNAS Kota Salatiga adakan Kegiatan Peningkatan Kapasitas Pengelola BMM di Masjid Assalam Sugihwaras

28/08/2026  |  Penulis: BAZNAS Kota Salatiga

Bagikan:URL telah tercopy
BAZNAS Kota Salatiga adakan Kegiatan Peningkatan Kapasitas Pengelola BMM di Masjid Assalam Sugihwaras

Dokumentasi BAZNAS Kota Salatiga

Salatiga, Jum'at 28 Agustus 2026 – Praktik rentenir atau yang akrab disebut masyarakat sebagai "bank plecit" kerap menjadi jalan pintas yang justru mencekik pelaku usaha mikro dan masyarakat berpenghasilan rendah. Berangkat dari keprihatinan atas kemiskinan dan keterbatasan akses terhadap lembaga keuangan yang sehat, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Salatiga mengadakan kegiatan peningkatan kapasitas para pengelola BAZNAS Microfinance Masjid (BMM) di Masjid Assalam Sugihwaras Randuacir Argomulyo.

Program BMM sendiri merupakan hasil kolaborasi antara BAZNAS Kota Salatiga dan BAZNAS RI. Program ini hadir sebagai solusi pembiayaan syariah yang aman, mudah, dan bebas dari praktik riba guna memberdayakan ekonomi umat.

Saat ini, implementasi program BMM telah memasuki fase realisasi dan sukses berjalan selama tiga bulan di dua masjid percontohan, yakni Masjid Sabilal Muttaqien, Sanggrahan, Tingkir Lor, dan Masjid Assalam, Sugihwaras, Randuacir.

Demi menjaga transparansi, akuntabilitas, serta keberlanjutan program dana bergulir di kedua masjid tersebut, BAZNAS Kota Salatiga menyelenggarakan kegiatan pelatihan bagi para pengelolanya. Pelatihan ini bertujuan untuk memberikan pembekalan pengetahuan, keterampilan teknis, serta standar baku manajemen keuangan mikro.

Kegiatan peningkatan kapasitas ini dihadiri langsung oleh jajaran Pimpinan beserta Staf BAZNAS Kota Salatiga, pengurus Dewan Kemakmuran Masjid (DKM), serta para Pendamping BMM dari Masjid Assalam dan Masjid Sabilal Muttaqien.

Bertindak sebagai pemateri utama, Wakil Ketua I BAZNAS Kota Salatiga, Drs. H. Darmanto, SE., MP., MM., memberikan paparan mendalam terkait Peran BAZNAS Microfinance Masjid dalam Pemberdayaan Mustahik dan UMKM. Dalam pemaparannya, Darmanto juga mengupas tuntas penerapan Prinsip 5C (Character, Capacity, Capital, Collateral, dan Condition) yang menjadi standar perbankan dalam menganalisis kelayakan pemberian kredit.

Rangkaian kegiatan pelatihan ini ditutup dengan sesi diskusi interaktif. Para pendamping dari masing-masing wilayah berkesempatan untuk melaporkan perkembangan program di lapangan, serta berkonsultasi langsung mengenai berbagai permasalahan dan tantangan yang dihadapi dalam mendampingi para pelaku usaha mikro di Kota Salatiga. Melalui pembekalan ini, diharapkan program BMM dapat terus tumbuh menjadi pilar kebangkitan ekonomi umat yang tangguh dan mandiri.

Bagikan:URL telah tercopy

Berita Lainnya

Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kota Salatiga.

Lihat Daftar Rekening →